Selasa, 15 Juli 2008

WARTAWAN HARUS BISA BERHEMAT


KENAIKKAN harga BBM, terutama bensin, membuat sejumlah wartawan liputan daerah kelabakan. Terlebih, wartawan daerah mayoritas masih menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor saat bertugas. Tapi jangan putus asa, mereka masih bisa melakukan penghematan dengan langkah-langkah sederhana yang sesuai akal sehat.

Jangan Memanaskan Mesin Terlalu Lama

Kebiasaan memanaskan mesin itu baik, tapi jangan terlalu lama. Karena bensin yang terbakar tidak membawa Anda kemana-mana. Lagipula sepeda motor lebih cepat “panas” ketika dikendarai. Jadi, buat apa buang bensin dengan ‘ritual’ pemanasan berlama-lama?

Perlakukan Motor Secara Lembut

Jalankan sepeda motor dengan lembut dan halus. Bawalah motor ke kecepatan ideal. Usahakan untuk stabil di kecepatan itu. Ini akan menghemat bensin. Hindari kebiasaan ngebut dan ngerem berulang-ulang. Menjalankan sepeda motor dengan lembut, bukan saja menghemat bensin tapi juga memperpanjang umur mesin, transmisi dan rem.

Pakai Bahan Bakar Rekomendasi Pabrik

Jika motor Anda dirancang untuk memakai premium, ya beli premium. Membeli bensin yang lebih mahal tidak memberi keuntungan yang signifikan. Hanya saja, hati-hati dengan premium bertimbal yang masih saja dijual. Bensin ini cenderung menghasilkan timbunan kerak di ruang bakar dalam jangka panjang.

Rawat Secara Teratur

Kebiasaan merawat motor termasuk ganti oli secara reguler pada akhirnya akan menekan biaya operasional, karena motor beroperasi dalam kondisi puncak dan jarang rusak. Mesin-mesin modern yang dikontrol komputer memang tidak membutuhkan tune up sesering mesin lama, tapi tetap harus dirawat. Pastikan motor dirawat sesuai jadwal yang ada pada buku manual. Bertindak sigap ketika mendengar atau merasakan suara, getaran dan bau yang berbeda, akan banyak membantu mengurangi risiko kantong kering.

Tidak Harus Bengkel Resmi

Dealer resmi tentu dilengkapi peralatan modern dan berpengalaman memperbaiki motor produksinya. Tapi bengkel resmi biasanya lebih mahal dari bengkel biasa. Jadi ada baiknya mencari bengkel biasa dengan mekanik berpengalaman dan profesional untuk melakukan perawatan rutin motor Anda. Sedangkan pada kasus-kasus tertentu yang tergolong sulit dan jarang terjadi, lebih baik manfaatkan bengkel resmi. Biasakan menyimpan catatan perawatan setiap kali motor masuk bengkel. Catatan ini akan sangat berguna kelak bila motor akan dijual kembali.

Periksa Ban Motor

Seringkali wartawan lalai memeriksa ban motor. Padahal ban yang kurang tekanan anginnya membutuhkan energi lebih besar untuk menggulirkannya, selain lebih cepat aus. Cek ban minimal sebulan sekali pada kondisi dingin. Tekanan yang direkomendasikan biasanya tertera di buku manual. Kebiasaan ini akan memperpanjang umur ban motor yang sekarang mahal harganya.
Selamat bertugas! (*)

Tidak ada komentar: