TAK perlu berpura-pura sibuk. Wartawan dinilai dari karya yang dituntaskan dan bagaimana ia mengerjakannya. Bukan dari seberapa lama ia duduk di balik meja kerja; seberapa banyak pertemuan yang diikuti; atau seberapa padat jadwal waktunya. Sungguh jauh berbeda pengertian antara sibuk dengan bekerja.
Pekerjaan terkadang menuntut wartawan untuk sibuk. Tapi sibuk, tidak melulu berarti bekerja. Berperilaku sibuk lebih mudah dilakukan ketimbang bekerja. Sebagai wartawan, apakah Anda selalu membiasakan diri terlihat sibuk agar tampak bekerja? Sejatinya, wartawan bekerja bukan untuk mencari kesibukan, tapi menciptakan sebuah karya.
Tengoklah, ayam betina mengerami telur-telurnya dengan sikap tenang dan waspada. Karena itulah yang terbaik bagi telur-telurnya agar dapat menetas dengan selamat. Ada wartawan yang mengerjakan banyak hal tanpa harus menjadi sibuk, apalagi berpura-pura sibuk. Mereka memiliki ketenangan dalam dirinya serta memberikan kepercayaan penuh pada orang lain.
Berjalan terburu-buru atau bersikap tergopoh-gopoh seolah tak punya waktu, mungkin mencerminkan kesibukan, tapi sesungguhnya itu cermin ketegangan.
Sekali lagi lihat ayam betina, ketenangannya mampu memberikan hasil yang tak kalah sempurna... (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar